Liputan6.com, Jakarta - Pada bulan Ramadhan, umat Islam tak dilarang berhubungan intim dengan pasangannya yang sah, atau suami istri. Tentu, hubungan suami istri itu dilakukan tidak di siang hari, saat melakukan ibadah puasa. Sebab, hubungan intim membatalkan puasa dan ada sanksi yang tegas dan berat untuk pelakunya. Enam+.
Portal Islam. l. b. s. Puasa ( bahasa Arab: صوم) secara bahasanya boleh diertikan sebagai "menahan diri". Dari segi istilah syarak, puasa bermaksud "menahan diri daripada makan, minum dan perkara-perkara yang membatalkan puasa bermula dari terbit fajar sidik sehingga terbenam matahari berserta niat". Puasa Ramadan[sunting | sunting sumber
Imam al-Syaukani berkata: “Inilah pandangan jumhur, dan Imam Nawawi menetapkan bahawa perkara ini telah diputuskan secara ijma’. Dan Imam Ibn Daqiq al-‘Id berkata: “Perkara ini (iaitu sahnya puasa orang yang berjunub pada malam hari) telah menjadi ijma’ atau seperti ijma’.”. Lihat al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah (28/63).
Dalam ajaran Islam, tidak pernah ada aturan yang menyatakan bahwa inti puasa atau syarat wajib puasa adalah sahur. Sehingga hukum puasa tanpa sahur tetap sah. Hal ini diperkuat juga dengan dasar hadis yang diriwayatkan Muslim, Nasai, dan Turmudzi. Hadis tersebut menggambarkan bagaimana Rasulullah SAW berpuasa karena tidak ada makanan.
Jawabannya adalah boleh. Waktu untuk membaca niat puasa Ramadhan berlaku mulai dari malam hari hingga menjelang fajar. Jadi, sah saja jika niat puasa dibaca pada waktu sahur. Namun, umat Muslim dianjurkan untuk membaca sejak malam hari, khususnya setelah shalat tarawih. Hal ini untuk mengantisipasi kelupaan dalam membaca niat hingga batas waktu
Di sisi lain, apa bahaya jika menjalani puasa tanpa sahur bagi kesehatan tubuh? Berikut penjelasannya. 1. Meningkatkan Risiko Dehidrasi . Bahaya sahur tanpa puasa bagi kesehatan yang pertama adalah dapat meningkatkan risiko dehidrasi selama berpuasa. Dehidrasi merupakan suatu kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup.
Ilustrasi sahur (sumber: iStock) Liputan6.com, Denpasar - Seseorang yang menjalankan puasa Ramadan harus berniat. Niat merupakan salah satu rukun puasa yang tidak boleh ditinggalkan. Adapun sahur yang dilakukan sebelum terbit fajar itu hukumnya sunah. Pengasuh Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya menjelaskan, dalam mazhab Syafi
Mungkin masih ramai yang keliru sama ada kita boleh makan dan minum selepas masuknya waktu imsak, iaitu 10 minit sebelum waktu Subuh. Ada yang kata boleh, ada yang kata tak boleh. Ikuti penjelasan panjang lebar dan cukup jelas berkenaan persoalan ini oleh Mufti Wilayah Persekutuan, Datuk Dr. Zulkifli Bin Mohamad Al-Bakri.
VCfK9UQ.