Simakbaca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi tentang alam atau puisi lingkungan yang rusak di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung. Menarik Untuk Dibaca Juga:
20Puisi KERUSAKAN Alam Indonesia: Akibat Ulah Manusia. pohon ku habis ditebang. Kini telah rusak. Bentangan alam begitu indah. Gunung gunungnya yang terhampar. Atau sawahnya yang lebar. Begitu pula dengan pantai dan lautan. Dengan lembah dan lereng-lereng nya. Semuanya tampak begitu cantik.
Puisikedua dari enam rincian judul puisi tentang Rencana Merinci Makanan, khususnya tentang Ketahui Siapa yang Makan. Semoga bermanfaat.
Puisitentang kerusakan alam dan lingkungan hidup. Puisi selamat tinggal hutanku. Pengertian hutan menurut para ahli. Hutan ialah suatu kumpulan tumbuhan serta tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yg menempati daerah yang cukup luas. Kata kata tentang hutan inilah tema puisi alam atau puisi lingkungan yang rusak dan puisi
Salahsatu contoh puisi bertema hutan yang bisa menjadi sumber inspirasi: hutan yang malang. Pengarang: Jehan Sri Handani Sangat berani dan tanpa hati nurani. dia tidak melihat. Banyak orang sakit. Dan mati. Udara rusak. Bumi menjadi tandus. Banjir melanda kota. Oh kamu kurang beruntung Contoh puisi pendek tentang kehidupan, alam, cinta
Puisitentang alam adalah puisi yang bercerita tentang berbagai fenomena di alam, seperti pegunungan, pedesaan, pantai, laut, atau tentang alam yang rusak. Maka, apapun rasa dapat terlukis secara perlahan dari goresan pena yang mengalur menjadi diksi bermakna. 5 Contoh Sajak Sunda tentang Alam dan Lingkungan Sampai jumpa pada tema puisi tentang alam selanjutnya.
Puisitentang alam adalah puisi yang bercerita tentang berbagai fenomena di alam, seperti pegunungan, pedesaan, pantai, laut, atau tentang alam yang rusak. Source: cerdika.com. Ada banyak sekali destinasi wisata yang rusak dan hancur di tahun 2018. Kumpulan puisi tentang lingkungan hidup yang rusak. Source: contohpantunpuisicerpen.blogspot.co.id
Puisikerusakan hutan mengkritisi hutan indonesia kini rusak dan gundul akibat ulah manusia bermodal yang mementingkan hajat pribadi, tanpa mempedulikan alam sehingga keindahan alam hanya tinggal cerita. Simak/baca juga puisi tentang alam yang lain di blog ini, semoga puisi kerusakan hutan diatas dapat mengugah hati kita semua untuk tetap
HDCNL. Dahulu sungai jernih desaku Asri pohonku Rindang Tapi kini Sungai kotor desaku gersang pohon ku habis ditebang. Ulah manusia Telah mengubah alam Yang dahulu cantik Kini telah rusak. Pengarang kieta Rani Maharani Bentangan alam begitu indah. Gunung gunungnya yang terhampar. Atau sawahnya yang lebar. Begitu pula dengan pantai dan lautan. Dengan lembah dan lereng-lereng nya. Semuanya tampak begitu cantik. Tetapi kerusakan alam telah terlihat. Hutan menjadi gundul. Sampah sampah memenuhi pantai. Dan gunung-gunung rusak oleh penggalian batu dan pasir. Kerusakan alam tersebut karena ulah manusia. Mereka mencari keuntungan. Tetapi tidak memikirkan akibatnya. Timbulnya bencana alam. Longsor di pegunungan. Banjir di dataran rendah. Atau bahkan kekeringan. Semua itu karena alam telah rusak. Dan kerusakannya karena ulah manusia. Di bawah ini merupakan kumpulan puisi tentang kerusakan lingkungan dan alam. Alamku Telah Rusak Jernihnya sungai tak sejernih ketika dahulu Permai-nya sawah-sawah tak se-permai bayanganku. Alamku telah rusak Oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Pantai penuh dengan sampah Hutan hutan habis ditebang Sungai Sungai Keruh Hanya tersisa sampah, berserakan! Merindukan Bumi Hijau Kurindukan lagi Desaku yang damai Tempat aku bermain Dengan suasana yang amat Permai. Semua itu hampir hilang Sebab bumi telah kehilangan Keramahan dari manusia Yang kini berubah Angkara Murka. Di manakah tangan yang dahulu Selalu menanam pepohonan Menjaga bunga-bunga mekar Membersihkan bumi Dari kotoran. Ini bumi telah berubah karena berubah sikap manusia Yang mereka pikirkan Hanyalah keuntungan Semata. Pantaiku Kotor Kata ayahku Pantai ini begitu indah Semuanya tampak alami Semuanya tampak Asri. Di dekat pantai di dekat pantai Pepohonan yang tumbuh subur Tinggi menjulang Dedaunan juga rindang Kini semuanya berbeda Pantai penuh dengan sampah Sudah tak sedap dipandang mata Menyisakan duka lara. Mengapa Kami Ditebang? Kami lahir di zaman dahulu Sudah lama kami tumbuh Menghijaukan bumi Kesegaran kami beri Oksigen kami keluarkan Agar kau menghirup udara segar Air hujan kami tahan Agar engkau tak kebanjiran. Kenapa kini engkau berubah Hatimu tak lagi ramah Kami banyak kau terbang Tanpa sedikitpun perasaan. PUISI ALAM Alam Terasa Kelam Jauh sudah hari-hariku di semesta kulihat dengan segala keindahannya. namun kini berubah di manakah bumi indah pohon-pohon patah sungai bersampah. alam terasa kelam cahayanya hampir padam bagaikan perahu hampir karam. Rasanya ingin menangis Lihat bumi semakin gersang Semakin sempit ruang hijau Diganti tembok beton Hutan habis ditebang Hewan-hewan kesusahan Kemana lagi harus mencari Tempat untuk berlindung diri Puisi Kerusakan Alam 3 Bait Dahulu hutan ini rimbun Tempat burung-burung bernyanyi Tempat rusa menghibur diri Tempat daun mengambil embun Namun rusak sudah alam Pohon-pohon telah tumbang Oleng sebuah kerakusan Yang bercokol di hati insan Hewan-hewan kadang mengamuk Karena keluarganya kelaparan Tak lagi mereka mendapatkan Makanan di dalam hutan. Puisi Kerusakan Alam 4 Bait Aku ingin pulang ke kampung Pulang ke desa ku yang sangat Permai Di mana pohon pohon tumbuh Memberikan kesejukan Tapi apa yang kulihat Desaku telah berubah Pohon-pohon semakin sedikit Kemana pula sawah menghijau Rupanya telah berganti pabrik Kebun kebun dihabiskan Petani semakin sedikit Orang-orang menjadi buruh Alam yang hijau hanya kenangan Tak lagi dapat aku nikmati Rasanya sedih sekali Menggelayuti di dalam hati. Puisi Kerusakan Lingkungan 5 Bait Di lereng gunung itu Ada desa yang begitu damai Penduduknya bekerja di ladang Melihat segalanya amat permai. Di lereng gunung itu Kini hanya pasir batu Pemandangan yang hijau Telah berganti kegersangan Gunung telah diambil Dikeruk batunya juga pasir Yang tersisa hanya kerusakan Pada wajah ayu sang alam Jalan-jalan telah rusak Dilalui mobil yang berat Debu-debu berterbangan Mengotori udara pedesaan Hidup tak lagi nyaman Sulit untuk mencari kesegaran Bumi Desa ku menangis sedih Kurasakan hatiku pedih. Kerusakan Alam Ulah Manusia Mengapa manusia mengeluh Saat banjir mulai menerjang Bukankah tangan mereka Yang selalu rajin menebang Mengapa manusia menggerutu Saat Hujan menjadi bencana Bukankah mereka yang mengubah Gunung-gunung di menjadi pintar Puisi Alam Bersajak aa-aa Tuhan telah memberikan Keasrian di lingkungan Dia telah menumbuhkan Rumput hijau dan pepohonan Bunga-bunga bermekaran Membawa makna keindahan Jika ditimpa hujan Semuanya dalam kesegaran Rumput bunga buah-buahan Semua itu diciptakan Kepada manusia diberikan Mencukupi segala kebutuhan Puisi Bencana Alam Bersajak aa-aa Tak disangka tak diduga Banjir datang tiba-tiba Meluluhlantakkan desa dan kota Di Negeriku Indonesia Tercinta Bumi telah jadi bencana Mungkin karena ulah manusia Pada alam semena mena Enggan untuk menjaganya Alam pun berubah murka Itulah balasan dosa dosa Yang diperbuat manusia Agar mereka menyadarinya. . . . Puisi Keindahan Negeri Indonesia Indonesia negeri yang indah. Tak semua negara memilikinya. Lihatlah gunung-gunung. Juga lautannya. Begitu pula pantai. Semuanya adalah keindahan. Baca di Puisi Keindahan Indonesia. Puisi Pemandangan Kekayaan alam Indonesia menjadi pemandangan indah. Kita ingin melihat pemandangan pantai, sungai, pegunungan, dan lainnya. Banyak penyair membuat puisi. Banyak Pujangga membuat mata. Tentang keindahan Indonesia. Memang tiada bandingannya. Baca di Puisi Pemandangan Indah Indonesia. Puisi Pedesaan Indonesia memiliki pedesaan. Di sana tempatnya asri. Kita bisa melihat pemandangan. Mulai dari sawah hingga sungai. Penduduknya hidup sederhana. Namun mereka berbahagia. Ingin tahu lebih jauh? Baca di Puisi Tentang Pedesaan. Kerusakan Akibat Tambang Sajak AB-AB Kulihat alam berseri-seri Menaburkan keindahan Wajahnya dipoles petani Yang menanam pepohonan Alam itu telah berlalu Hanya tersimpan dalam kenangan Sini pemandangan menjadi pilu Merusak alam karena pertambangan Perut Bumi berbongkah-bongkah Dihujam oleh mesin manusia Hilang semua kata indah Hanya resah yang dirasa. Mari Menjaga Alam Alam memang rusak. Karena kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Namun kita juga bisa menjaganya. Jangan sampai alam kita rusak. Alam yang rusak pun bisa kita benahi. Diperbaiki seperti semula. Misalnya dengan penghijauan. Atau dengan menanam bakau di pantai. Tentunya banyak cara mengembalikan kelestarian alam. Inilah puisi berisi ajakan. Mari kita menjaga alam. Kita memang bersalah Telah merusak alam raya Alam yang dahulu indah Ini rusak dan merekah Mari kita hijaukan kembali Hutan yang dulu pernah asri Mari kita bersihkan lagi Sungai-sungai agar jernih Mari kita menanam bakau Agar pantai tetap lestari Jangan bimbang jangan risau Alam ini akan berseri kembali Penghijauan Jika ingin banjir berhenti Jika ingin indah lagi Jika ingin kebun lestari Bersama melakukan reboisasi. Hutan yang gundul kita tanami Itulah tanda sekaligus bukti Bahwa kita semua menyayangi Apa yang ada di muka bumi. Lingkunganku Bersih Bukankah nyaman lingkungan bersih Bukankah indah tertata rapi Bukankah Engkau juga menyenangi Jika bumi kembali asri. Marilah kita memulai Membersihkan sampah di pantai Marilah kita memikirkan Bagaimana melestarikan hutan Jangan lagi kita merusak Bumi ini anugerah Tuhan Bukankah nafas sesak Kalau penuh dengan pencemaran Lingkunganku lingkungan bersih Alamku alam yang damai Pemandanganku pemandangan permai Mari menjaga tanpa pamrih. Puisi Singkat Pegunungan Indonesia memiliki ratusan gunung. Ternyata gunung amatlah megah. Pemandangannya pun menjadi indah. Di kaki gunung ada desa-desa. Di sana pula terhampar sawah. Baca di Puisi Pegunungan 2 Bait. Puisi Pantai Untuk Anak-Anak Pantai Pangandaran, pantai Parangtritis, Pantai Kuta... semuanya ada di Indonesia. Pantai tersebut terkenal. Bahkan orang dari mancanegara ingin mengunjunginya. Tentunya karena pesona. Hingga banyak orang membuat puisi tentangnya. Baca puisi Pantai Untuk Anak-Anak. Puisi Ombak Ingin rasanya menuliskan lagi. Puisi tentang ombak di lautan. Yang kadang menghempas batu karang. Menemani alunan pantai. Baca di Puisi Tentang Ombak Apakah masih perlu contoh puisi lagi? Ya tentunya masih banyak puisi tentang kerusakan alam. Tetapi rasanya sudah cukup. Kerusakan alam akan menimbulkan bencana. Bencana tersebut merugikan manusia. Tetapi sebenarnya manusia juga yang mengundangnya. Ulah manusia membuat bumi ini banyak bencana. Oleh karena itu, mari kita membuat puisi tentang bencana alam. Bencana Banjir Bila musim berganti dari kemarau ke penghujan Hatiku gelisah lagi Sebab banjir mungkin datang Tenggelamlah rumah-rumah Rusaklah yang kami miliki Terseret oleh air banjir Membuat hati bersedih Mungkin ini salah kita Yang sembarangan membuang sampah Hingga sungai tersendat-sendat Air mengalir pun amat susah Mungkin ini salah kita Yang menebang hutan di atas sana Menggantinya dengan Villa Lalu banjir datang melanda Bencana Kebakaran Hutan Berhari-hari Kamu putih menutupi Kampung kuyang dulu asri Tak terlihat lagi kini Telah terjadi sebuah bencana Kebakaran hutan di sana Mengotori angkasa raya Menyesaki hamparan udara Mungkin ada satu tangan Yang menyebabkan kebakaran Bencana berat bagi insan Bencana kebakaran hutan. Bencana Tanah Longsor Terdengar kabar berita Telah terjadi sebuah bencana Bencana yang terus melanda Negeriku Indonesia Tanah longsor mengambil nyawa Manusia yang tertimpa Suasana berubah juga Terlebih bagi keluarga
Puisi tentang Kerusakan Alam yang Menyayat Hati, Foto Unsplash/Henrique MalagutiKerusakan alam adalah hal yang tidak diinginkan. Namun, ironisnya, manusialah yang kerap kali menjadi penyebab kerusakan tersebut. Karenanya, yuk, simak 5 puisi tentang kerusakan alam yang menyayat hati agar kita dapat melakukan refleksi diri!Dikutip dari Etika lingkungan hidup, A. Sonny Keraf 2010169, Tuhan menciptakan alam dengan peranannya masing-masing dan manusia adalah bagian di dalamnya. Oleh sebab itu, manusia harus ikut andil dan bertanggung jawab dalam tentang Kerusakan Alam yang Menyayat HatiPuisi tentang Kerusakan Alam yang Menyayat Hati, Foto Unsplash/Prabu PanjiBerikut adalah 5 puisi tentang kerusakan alam yang akan membuat kamu berpikir dua kali sebelum bertindak, sebab banyak tindakan yang dianggap remeh dapat menjadi penyebab rusaknya alam yang kita Pesan dari LangitMalam ini aku mendengar pesan dari langitMengapa manusia suka sekali bersungut-sungut? Aku hanya bom waktu yang menumpahkan takdir Seharusnya hujan datang dengan damai Memuntahkan cairan untuk diserap oleh tanah Terbawa dan kembali bermuara Namun ini yang terjadi Ia tak dapat menemukan jalan menuju selokan Tersandung dan terjerembap di sisi botol dan bungkus plastik Membuncah dan meninggi tanpa kendali Menenggelamkan kaki-kaki yang berlari panik Seraya menjerit mengapa jadi begini?Tak ada yang dapat menjawab Selain kau dan kehendak yang kerap salah kau letakkan2. ApiSudah tiga hari aku dan ayahku pergi berkemah Di dalam sebuah hutan yang senyap Tiada kicau burung maupun auman serigala Tiada desis ular maupun jejak kelinci hutanHari itu aku bertanya pada Ayah mengapa aku begitu sesak? Pohon-pohon menjulang, namun tiada satu pun hijau terlihat Ayah tak menjawab, hanya menyulut korek api pada sebuah ranting kering Saat itu aku tahu jawabannyaSemua telah dihancurkan oleh api dan tangan-tangan yang berdosa3. Dunia Bawah LautJika bencana datang, sesungguhnya manusia sangat beruntung Helikopter akan berkejaran di langit Menurunkan bantuan atas alasan kemanusiaan Berkardus-kardus makanan diantarkan Selimut dan baju ditumpuk dan diserahkanTak ada yang seberuntung manusia Termasuk dunia bawah laut yang keruh dan mematikan Ikan-ikan menyiksa insang mereka Terumbu karang melepas keindahannya Hanya keruh yang mengelilingi, tanpa dapat membela diriSiapa yang akan menolong mereka?4. Mengulang WaktuManusia suka sekali berandai-andai Tenggelam dalam penyesalan tak berujung “Andai saja ketika itu, aku.” Udara tak sanggup menampung angan-angan merekaDi pinggir sebuah kota Pria tua menyulut rokok dan menghempaskannya Di sisinya seorang wanita membakar sampah Anaknya minum teh di sebuah plastik kemasan Kemudian melemparnya ke jalananBeberapa meter dari sana, seorang bapak membawa sebilah kapak Berangkat naik sebuah mobil bak dengan asap knalpot membumbung Memangkas pepohonan bersama kawanannya Kemudian pulang tanpa menyimpan rasa bersalah“Andai saja ketika itu, aku.” Kau tak lagi bisa berandai-andai Karena waktu tak mungkin mengulang dirinya5. ReparasiTak semua dapat direparasi Yang terluka kerap tak dapat menyesap darahnya Orang-orang dan hewan-hewan mati tak dapat kembali Kenangan buruk akan selalu punya tempat di hatiTak ada yang lebih baik dibanding reparasi diri Menambal dan mengulang cara berpikir Membenahi tangan-tangan dalam bertindak Memahami apa yang benar dan salahAda beberapa hal yang dapat direparasi Kau dan caramu memperlakukan alamItulah 5 puisi tentang kerusakan alam yang menyayat hati dan penuh pesan tersirat. Semoga kamu dapat menangkap makna yang ada di dalam puisi-puisi di atas, ya. Yuk, kita jaga alam bersama-sama agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan! malika
Puisi tentang alam adalah puisi yang bercerita tentang berbagai fenomena di alam, Seperti pegunungan, pedesaan, pantai, laut, atau tentang alam yang rusak. Puisi alam biasanya terdiri dari berapa bait. Ada puisi yang hanya terdiri dari 2 bait, tiga bait, empat empat bait dan lima bait. Keindahan alam selalu menjadi pesona bagi manusia. Keindahan alam bisa dilihat dari deburan ombak di Pantai, hamparan laut yang indah, maupun hamparan sawah di pedesaan. Tetapi alam yang rusak bisa menjadi penyebab bala bencana. Seperti bencana banjir ataupun kekeringan. Puisi ini adalah puisi singkat tentang pegunungan. Puisi alam gunung memang selalu ada. Sebab gunung merupakan salah satu inspirasi terciptanya puisi. Tinggi Menjulang Tinggi menjulang dirimu Bagaimana bentuk Awan Kelabu Dari jauh bagai mengambang Indah terpesona semua Insan. Gunung yang sangat tinggi Ingin sekali aku mendaki Pasti kakiku letih Jika tidak terlatih. Hamparan Di Tepi Gunung Angin datang dan berdesir Di pegunungan yang menyisir Diantara hamparan sawah Tempat petani mencari nafkah. Alangkah indah hamparan sawah berkelak-kelok amatlah megah ingin badanku rebah Menikmati segarnya udara. 2. Puisi Tentang Alam Yang Rusak Alam yang indah bisa saja rusak karena ulah manusia. Seperti hutan yang lebar kini menjadi gundul. Sehingga akan mudah terkena banjir. Baca selanjutnya di puisi banjir. Sungaiku Kenapa Kotor? Air sungai terus mengalir Sangat jernih dan bersih Ikan-ikan pun berenang Bermain-main dengan senang. Kenapa Sungai kotor kini Banyak sampah di sana sini Airnya pun menjadi keruh Aromanya menjadi bau. Hutanku Penjaga Desaku Setiap musim hujan tiba Ini hatiku berdebar-debar takut ada datang bencana Ke desa ku walau sebentar. Kini banjir bandang menerjang Karena telah hilang hutan Pohon-pohon banyak ditebang Hujan mencurah banjir pun datang. 3. Puisi Tentang Alam 4 Bait Puisi tentang alam berikut ini merupakan puisi yang terdiri dari 4 bait. Puisi merupakan salah satu karya sastra yang memiliki ciri adanya bait. Rindu Pada Pantai Bait 1 Kepada pantai aku rindu Bermain dengan ombak gelombang Di pasir putih yang berbunyi Bersama camar yang melayang. Biat 2 Kepada perahu Aku rindu Yang berdiam di tepi pantai Milik nelayan yang berburu Ikan-ikan di tengah lautan. Bait 3 Kepada angin yang semilir Aku rindu untuk bermain Menerpa wajah rambutku Sampai datang waktu senja. Bait 4 Kepada Karang yang menjulang Tegar selalu menghalau badai Walau diterpa oleh gelombang Tiada menangis dan berderai. Sawahku Indah Bait 1 Kupandang sawah luas terhampar Di tepi gunung udara segar Di desa ayah bundaku Tempat aku dilahirkan. Bait 2 Sawah indah dipandang mata Warnanya bagai disepuh emas Kurasa bahagia di jiwa Kupandang pandang yang tak mau lepas. Bait 3 Sawah ini begitu indah Semuanya adalah anugerah Dari Tuhan Yang Maha indah Untuk kebahagiaan manusia. Bait 4 Mari jaga indahnya alam Jangan dirusak jangan dibiarkan Jaga terus agar Lestari Agar dinikmati generasi nanti. 4. Puisi Alam 3 Bait Desaku Yang Kucinta Bait 1 Desaku amatlah Permai sawah terbentang luas Tumbuhan semakin hijau Alangkah segar pemandangan. Bait 2 Burung-burung selalu berkicau Di antara pepohonan Bernyanyi riang gembira Di pagi hari menyambut sang surya. Bait 3 Para petani pergi bekerja Ke ladangnya atau ke sawah Memetik sayur dan buah Untuk dijual jauh ke kota. Anak Pantai Bait 1 Bermain aku di tepi pantai Berkejar-kejaran dengan ombak Melihat orang duduk bersantai Menikmati indahnya alam. Bait 2 Perahu terombang ambing Disentuh oleh gelombang Angin datang bersemilir Menyentuh wajah Karang. Bait 3 Berjemur di bawah Mentari Di tepi pantai Aku bekerja Kulit hitam terbakar Tetapi bersyukur aku kepada-Nya. 4. Puisi Alam 2 Bait Langit Membentang Bait 1 Mentari bersinar terang Cahayanya ke Mayapada Langit cerah tak membayang bersih dari awan-awannya. Bait 2 Betapa luas langit membentang Tak tahu aku dimana ujungnya Semua itu ciptaan Tuhan Agar kita mengenal keagungan-Nya. Ombak Di Laut Bait 1 Ombak lautan datang berderai membawa buih di tepi pantai Menerjang batu karang Pulang kembali ke lautan. Bait 2 Ombak lautan selalu datang walau cerah walau membadai Berdebur tiada henti Memecah alam yang sunyi. 5. Puisi Tentang Alam Pedesaan Alam pedesaan selalu Permai. Melihat sawah dan sungai. Kebun kebun tumbuh subur. Sawah dan padi begitu menghibur. Alam Pedesaan Turun Kabut tipis tipis Di waktu pagi di alam desa Segar udara masuk ke dada Rasa damai dan Sentosa. Angin menyentuh pucuk daun menerpa pula pada bunga Alam terlihat amat Permai Mendamaikan segenap jiwa. Anak Gembala Di padang rumput itu Anak Gembala sedang menjaga Mengurus banyak domba-domba Hingga waktu datang senja. Domba bermain dengan riang Memakan rumput segar dan hijau Tak terlihat resah Gelisah Yang ada hanya damai. 6. Puisi Alam Untuk Anak SD Belajar membuat puisi sudah kita mulai ketika duduk di kelas sekolah dasar. Biasanya membuat puisi dengan tema alam, keluarga, ataupun lainnya. Misalnya puisi tentang kunang-kunang atau puisi tentang kupu-kupu. Karena anak-anak akan senang bermain di alam bebas. Puisi Kupu-Kupu Aku lihat kupu-kupu Bermain di taman bunga Sayapnya berwarna biru Dari sini terbang kesana. Kupu-kupu terlihat riang Bermain-main dengan kembang Kesana kemari bagai penari Selalu begitu di pagi hari. Kunang-Kunang Wahai kunang-kunang Dari mana engkau datang Tubuhmu membawa Lampu Menjadikan Malam begitu terang. Kunang-kunang yang ku sayang Ajari diriku Bagaimana terbang Supaya aku bisa ikut denganmu Menjelajah Kesunyian malam. 7. Puisi Alam Indonesia Indonesia merupakan negara yang kaya raya dan juga indah. Indonesia memiliki banyak kekayaan dan keindahan. Mulai dari pantainya, gunung, sawah, dan lautannya. Indonesiaku Indah Indonesiaku amatlah indah Pantai Gunung serta lembah Terhampar luas antero Nusantara Anugerah dari Tuhan Yang Esa. Gunung-gunung tinggi menjulang Sawah-sawah luas terhampar Pantai-pantai begitu indah Lautan membentang tak sudah sudah. Indonesiaku amatlah indah Bagaikan Zamrud Khatulistiwa Kita semua harus menjaga Agar Lestari alam kita. Hutan Pinus Gunung Di hutan pinus di Desaku Ada udara yang begitu segar Membuat diriku selalu rindu Rindu di dada amat bergetar. Hutan pinus melebur rindu yang memanggil jiwaku doaku moga lestari alam indah nan berseri. 8. Puisi Tentang Air Terjun Deras mengalir air jernih jatuh membuncah di bawah suaramu merdu nyanyian alam pecah sunyi penuh kemerduan. Bergeranjas jatuh Dengan cara yang paling Anggun Suaramu menenangkan hati Tarianmu menghias indah. … Sunyi Kau berada ditengah kesepian Jauh dari pemukiman Selalu jadi Kerinduan Dari jiwa setiap Insan Kau mengalir dari jauh Di tempat itu engkau jatuh Dengan suara yang bergemuruh Di kolam kecil engkau berlabuh. 9. Indahnya Alam Lingkungan Kita bisa membuat puisi tentang alam sekitar kita. Tidak harus tentang gunung, pantai, sungai, ataupun lautan. Tetapi kita bisa juga menuliskan puisi tentang alam sekitar kita, seperti pohon, kupu-kupu, lapangan tempat bermain, dan sejenisnya. Berikut ini adalah contoh tentang keindahan alam sekitar. Pohon Tempat Kami Di bawah rindang daun-daun Diantara dahan-dahan Di sana lah kami bermain Bergembira bersama teman. Pohon berdiri telah lama Sebelum kami lahir ke dunia Menemani kita dan cerita Kenangan kami kelak dewasa. Menyusur Sungai Air mengalir padamu Dari hulu hingga Hilir Jauh sekali engkau mengalir. Engkau memberi kehidupan Untuk mengairi persawahan Menyuburkan berbagai tumbuhan Sebagai anugerah Tuhan. 10. Keindahan Alam Pagi Pecah Ketika pagi pecah Langit pun mulai memerah Pantai Cahaya Sang Fajar Pagi hari yang bergetar perlahan-lahan Bangkitlah Surya Menerangi Alam Raya Menyemburatkan cahaya Memberi hangat pada insan manusia. Nyanyian Semesta Dan angin pun bersemilir Menyentuh ujung ilalang Dan iapun menggeletar Menjatuhkan bunga putihnya. Padang ilalang di waktu senja Membawakan sebuah aroma Ketika ditimpa cahaya senja Terlihat betapa indahnya. Alam Ciptaan Tuhan Berkelipan bintang di langit Menghiasi gelap malam Memagari sang Rembulan bintang kecil amat alit. Alangkah indah ciptaan Tuhan Menjadi hiasan bagi Insan Agar bersujud kepada-Nya Mengagungkan seagung-agung-Nya. 11. Kasih Sayang Kepada Alam Telah diberikan keindahan Telah diberikan kemudahan Untuk kita dari alam Sesama makhluk ciptaan Tuhan. Jangan kita menyakiti Biarkan alam tumbuh berseri Kepada makhluk Marilah sayang Agar hidup selalu Harmoni. Kasih Sayang Sesama Manusia Apa gunanya iri dengki Hanya membuat sakit hati Kasih sayang itu lebih utama Bermanfaat di alam sana. Kasih sayang kepada sesama Agar hidup tentram bahagia Tolong menolong menjadi utama Jiwa pun akan merasa Sentosa. 12. Puisi Fenomena Alam Fenomena alam biasanya terjadi di sekitar kita. Contohnya adalah gunung meletus, Gempa bumi, atau banjir yang melanda. Merapi Meletus Suara menggelegar Mengeluarkan awan putih Cuaca menjadi panas Saat engkau berubah ganas. Gunung yang indah kini mengamuk Menakutkan hati manusia Keluar lahar Hawa panas Gunung tenang menjadi garang. Banjir Tak Pernah Usai Di kotaku ini Ada cerita yang tak pernah henti Setiap kali musim penghujan Rumah kami ikut terendam. Hutan-hutan telah habis Pertumbuhan makin terkikis Air hujan tak bisa disimpan Hanya mengalir dan menenggelamkan. Mari kita melestarikan Tanam lagi pepohonan Agar terhindar dari bencana Ketika musim penghujan tiba. . . Gejala alam menandakan adanya sesuatu yang berhubungan dengan manusia. Kadang-kadang manusia tidak menyadari bahwa bencana tersebut karena ulah manusia itu sendiri. Ada orang yang tidak pernah membuang sampah kecuali di sungai. Ada pula yang mengambil keuntungan dari hutan. Oleh karena itu Mari kita jaga kelestarian dan keindahan alami. 13. Bencana Gempa Bumi pun bergetar Rumah-rumah berderak Manusia Limbung Saat bencana gempa Datang dengan tiba-tiba. Jika gempa sudah melanda Rumah mewah bagaikan kertas Runtuh semua seketika Jangan tanah rumahpun rata. Gempa Bumi Jika terjadi gempa bumi Manusia panik karenanya Yang terpikir keselamatan diri Jangan sampai dia celaka. Gempa bumi akan terjadi Semakin banyak di akhir zaman Karena dosa-dosa Insani Yang tak taat kepada Tuhan. 14. Alam Hijau Menikmati Semilir Duduk aku di Gubuk Tua Diantara bentangan sawah Menghijau ia warnai desa Perasaanku begitu Sentosa Alam Hijau di pedesaan Udara segar yang kita rasakan Bersih jauh dari debu debu Harus disyukuri sepanjang waktu. Aku duduk di Gubuk Tua Memandang hijaunya sawah Menikmati angin semilir Memandang sungai kecil yang mengalir. Hijaunya Alamku Alangkah indahnya alam Menghijau luas membentang Di sanalah ada kehidupan Dari dahulu hingga sekarang. Alamku hijau dan Permai Begitu indah dipandang mata Penduduknya merasa damai Menikmati anugerah dari-Nya. 15. Kerusakan Alam Jeritan Alam Hutan-hutanku kau babat Suaku kau penuhi dengan polusi Udaraku kau penuhi dengan polusi. Mengapa Wahai Manusia Engkau rusak diriku ini Padahal segalanya telah kuberikan Dari hasil kekayaan ini. Jagalah Alam Dari lautanku, Engkau mengambil ikan. Dari sawah-sawah ku Engkau mengambil padi. Dari perut perutku, Kau ambil emas pasir dan tembaga Dari bersih udaraku Engkau dengan nafas. 16. Pantun Jelajah Alam Susur Sungai Kususuri dengan kakiku Sungai kecil yang berpasir Dari ketinggian bukit Hingga turun ke tanah lembah. Betapa bahagia didalam jiwa menjelajahi alam ciptaan-Nya Terasa besar Keagungan Tuhan Sedangkan aku seorang hamba. Rindu Hutan Aku rindukan suasana hutan Dengan aromanya yang tak dilupa Suara terdengar dari hewan Memasuki hutan Melalui Jalan Setapak Ditemani burung-burung Serta nyanyian margasatwa. 17. Rindu Alam Aku merindukan lagi menjelajahi Alam Hijau Di suasana desa pada sawah yang berlumpur. Lelah aku melihat tembok Ingin ku lepaskan pandangan Benda langit yang biru Ditemani awan Gemawan. Hujan Di Balik Jendela Setiap kali hujan gerimis Terdengar merdu suaranya Menimpa atap rumah Ketika itu di waktu senja. Aku duduk di balik jendela Menatap gerimis turun ke bumi Di dalam hati ada kehangatan Sebab gerimis adalah anugerah Tuhan. Kutatap sendu pada awan Yang warnanya mulai kelabu Mungkin saja hujan selesai Meninggalkan udara bersih. 18. Kutatap Pelangi Jika gerimis turun berderai Di bawah cahaya matahari Mata hatiku pun berdenyai Melihat warna-warni sang Pelangi. Ia bagaikan mahkota Di bentangan langit begitu indah Warnanya sungguh sangat tertata Menghilangkan segala gundah. 19. Kicau Burung Pagi Hari Kicau burung di pagi hari Amat riang mereka bernyanyi Bermain-main di pucuk Cempaka Menemani datangnya Surya. Burung yang jelita Kulihat engkau begitu bahagia Dalam hidup penuh Kemesraan Engkau terbang bersama teman-teman. 20. Mendung Hitam Sebelum turun hujan Ada pertanda dari alam Awan putih telah berganti Warnanya kini menjadi hitam. Mendung hitam menggelayuti Di pucuk langit di atas bumi Hujan turun sebagai anugerah Menghidupkan tumbuhan Bumi. 21. Sungai Jika aku minta di sungai Kaki Bukit di dekat gunung Hatiku langsung terasa damai Pikiran pun mudah merenung. Dari ketinggian Air mengalir dengan Anggun Mengirim cinta ke sawah-sawah Menyenangkan hati para petani. Sungai Ini begitu dingin Airnya jernih begitu bening Untuk diminum oleh manusia Dijadikan makanan untuk yang lainnya. 23. Alam Pegunungan Di gunung yang tinggi Jalannya berkelok-kelok Jauh sekali. Turun dan mendaki Jalan berkelok Alam yang sunyi. Kabut Kabut turun di pagi hari Bersama embun embun Menyambut cahaya matahari Menerpa daun-daun. Kabut tipis melayah-layah Di antara hutan pinus. Kicau burung terdengar indah Insan terpana bagai terbius. 24. Alam Negeriku Pohon-pohon telah tumbuh Dari zaman dahulu Sebelum lahir kakekku Alam Negeriku begitu kaya Gunung sungai lautan dan lembah Terbentang begitu saja amat indah. 25. Awan-Awan Bertebaran ia di angkasa Menghiasi langit yang biru Kadang putih kadang kelabu Memayungi Bumi Indahku. Awan Gemawan sangat menawan di atas sana selalu mengambang Mengikuti angin kemana Ke selatan ataupun ke Utara. Kadang ia terlihat tipis Di waktu senja yang memerah Kadang Putih saat gerimis Atau saat cuaca cerah. 26. Purnama Bila datang waktu Purnama Kami bermandikan dengan cahaya Berlari-lari di halaman rumah Menikmati Purnama Raya. Di depan rumah itu duduk pula Ayah ibuku Bercerita mereka berdua Sambil memperhatikan kami semua. Saat Purnama tiba hati kami selalu ceria Di tepi sungai rumah kami Tempat terbaik menatap Berkah Apabila pagi pecah Dari kapulasan tidurnya Bagaikan seorang putri Disambut kabut serta embun. Pagi ini pagi yang berkah Ketika angin semilir Dari lautan menuju lembah Mengembara ke mana saja. 27. Embun Pagi Embun telah turun Semenjak malam tadi. Menjadi kabut misteri Tapi menyejukan hari. Embun bening berseri Kepada daun menghampiri Padang rumput rumput di kaki Hilang bila datang Mentari. 28. Ketemukan Embun Pagi Hanya embun pagi Yang aku temui Sebelum datang Mentari Menggantung ia di pucuk daun. Embun hanya di malam hari Untuk menyejukkan alam ini Agar Insan beristirahat Dalam tidur yang lelap. 29. Setetes Embun Walaupun tanah kering kerontang Embun pagi datang menyapa Menetes jatuh ke atas bumi Mengusir duka dan nestapa. Embun bekerja di malam hari Agar segar tanaman Walau tak ada orang memperhatikan Setiap malam ia akan datang. 30. Segar Telah ku jumpai daun daunku, Yang siang tadi hampir layu Kini dia segar kembali Sebab disentuh embun pagi. Bunga bunga ini mekar Daun-daun membuka lebar Saat tersentuh Mentari Embun hilang dan pergi. 31. Puisi Ombak Laut Biru Tiada henti dia berderai Bergelombang dari lautan Datang menyentuh bibir pantai Suara berdebur memecah kesunyian. Pasir Putih menyambut riang Mempersilahkan ombak datang Begitu juga dengan batu karang Bersama camar yang melayang. 32. Pantai Pangandaran Dari dahulu engkau terkenal Dengan ombaknya yang begitu besar Menerjang kapal-kapal nelayan Menggulung buih di tepi pantai. Ombak menari-nari Terpesona mata yang memandang Suaramu sepanjang hari Bagaikan sebuah nyanyian. 33. Puisi Alam Pegunungan Diliputi Kabut tipis Bagaikan tempat penuh misteri Kau terlihat di pagi hari Dampak hilang di waktu siang. Dari jauh engkau terlihat Tumbuh menjulang ke angkasa Meninggalkanmu terasa berat Jatuh cinta pada keindahannya. 34. Pemandangan Pedesaan Terlihat pasangan suami istripem Membawa pikulan menuju sawah Berjalan beriringan mereka berdua Dengan wajah penuh gembira. Hari ini ini hari memanen Padi di sawah sudah menguning Memetik padi sepanjang hari Penuh syukur di dalam hati. 35. Penggembala Domba Jika aku pulang ke desa Aku rindu pada anak gembala Yang membawa kawanan domba Jauh ke ladang mencari makan. Dia sigap mengatur barisan Bagaikan seorang komandan Kadang rebah di rerumputan Sambil menatap kawanan. 36. Pepohonanku Wahai pepohonanku Tetaplah hijau dan tumbuh Memberi naungan kepada kami Menyegarkan udara ini. Daun-daunmu begitu hijau Menyerap panas Mentari Dahan-dahan mau begitu kuat Tempat bermain bagi kami. Wahai pohon Jangan pernah engkau mengering Lindungilah bumi kami Dari bencana bernama banjir. Seraplah air yang mencurah Simpan pada akar-akarmu. Jangan engkau membiarkan Curahan air membuat tenggelam. 37. Alamku Sahabatku Alamku adalah sahabatku Tempat aku berdiam dan tinggal Dia telah banyak memberikan Apa yang aku butuhkan. Jangan hujan nya dia mencurahkan Segenap air yang kami butuhkan Dengan pepohonan yang dia tumbuhkan Kami menghirup kesegaran. Dengan lautan yang dihamparkan Kami berlayar mencari ikan Dengan gunung gunung menjulang Kami buat persawahan. Dengan alam Tuhan memberikan Segalanya yang manusia membutuhkan Agar mereka bersyukur Jangan sampai manusia kufur. Kepada-Nya kita bersujud Merendahkan diri ini Menjadi hamba yang mengerti Keagungan Ilahi Robbi. 38. Alam Yang Murka Sampah-sampah mengotori Sungai-sungai dan lautan Ikan-ikanpun mati oleh racun yang ditumpahkan. Nelayan pun jadi kesusahan Susah mencari ikan Lautan menjadi murka Sebab kelakuan manusia. 39. Dia Kala Senja Berhembus angin dengan kencang Melewati pepohonan Pemandangan semakin indah Saat senja telah tiba. Di senja ini aku berdoa Di senja ini aku bersyukur Di senja ini aku meminta Agar selalu bahagia. 40. Lelah Senja Begitu aku menikmati hari Saat petang akan menjelang Setelah sepanjang hari Lebih raga berpetualang. Telah aku memetik padi Di hamparan sawah yang menguning Semua lelah telah terbayar Jangan yang kudapat saat ini. 41. Padang Rumput Dan angin pun berhembus kencang Menerpa wajah rumputan Berkelana jauh dari lautan Mengembara sepanjang zaman. Aku titip sepenggal asa Atau jiwa yang terluka Pada angin dan pada senja Yang mengembara ke Mayapada. 42. Puncak Gunung Dari puncak ini Ku temukan kedamaian diri. Ada bentangan alam yang begitu sunyi Puncak gunung yang amat tinggi. Terasa diri amat kecil Di antara langit dan bumi Siapalah diriku ini Tak pantas untuk menyombongkan diri. 43. Bencana Asap Asap telah menjadi kabut Kamu telah mengotori Sesak nafas nafas kami karena hutan terbakar api. Hutan telah mereka musnahkan Jangan panasnya api Ambisi Asap melanda kepada kami Dipicu orang-orang berdasi. Margasatwa banyak yang mati Pembakaran ini membawa rugi Paru-paru kami rusak Hidup semakin terbelangsak. 44. Bumi Indah Perlahan-lahan senja pulang Dibawa oleh cahaya mentari Berganti dengan malam yang kelam Alam pun semakin sunyi. Aku ingin melihat bintang Yang selalu datang ketika malam Juga bersama Rembulan Cahayanya sejuk membahagiakan. Senja memang selalu indah Malam juga tak pernah kalah Ketika pagi pecah Bumi kita tetaplah indah. 45. Hamparan Pasir Di bibir pantai Aku memejamkan mataku Melepaskan lelah dan letih lelah jiwa menggerogoti. Terjatuh aku di pasir putih Maka kurebahkan tubuhku ini Menatap langit Berawan putih. Kadang Camar melayang-layang Turun ia mengail ikan Begitu indah lukisan alam Syahdunya tak tergantikan. Embusan angin begitu sejuk Samar-samar ombak berdebur Angin pun datang membelai Melepaskan segala resahku. 46. Bukit Anak kecil si penggembala Ia Merebahkan tubuhnya Di atas rerumputan Yang bersanding dengan ilalang. Kadang matanya terpejam Untuk melepas segala lelah Menikmati hembusan alam Terbawa mimpi yang sangat indah. Di atas bukit yang amat tinggi Ia labuhkan semua harapan Bahwa tak lama lagi Kerjanya akan memberi kekayaan. 47. Menunggu Purnama Tahukah Engkau wahai Rembulan Aku menunggumu menjadi Purnama Agar cahayamu kumandikan Keseluruh Raga di malam kelam. Tahukah Engkau wahai Rembulan Menatapmu membuka kenangan Di masa kecil dahulu Ketika aku ingin terbang kepadamu. Engkau selalu indah Dengan sejuknya cahaya Akupun tak pernah jemu Menatapmu sepanjang waktu. 48. Dari Hamparan Langit Dari hamparan langit Dari celah-celah awan Turun jatuh ke wajah bumi Dengan cara yang menawan. Engkau meresap ke dalam Bumi Membasahi akar-akar Mengusir debu-debu kemarau Yang memecah tanah sawah. Jika Tuhan telah mengirimkan Hujan yang turun di musimnya Pertanda tanah akan menghijau Kembali hidupkan bumi. 49. Puisi Alam Pantai Yang Indah Laut mendadak ramai Saat manusia pergi ke pantai Bermain-main dengan riang Dibawah Mentari bercahaya terang. Laut telah mengirimkan Ombaknya yang bergunung-gunung Hingga pecah di tepi pantai Memberi makna beribu-ribu. 50. Pantai di pagi hari Kala Mentari terbit Di ufuk timur yang jauh Kulihat kabut kabut lembut Di antara ombak berdebur. Burung-burung bernyanyi riang Menyambut Mentari di ujung sana Anginpun mulai bertiup kencang Menandakan datangnya kehidupan. Ombak mulai berkejar-kejaran Berlomba menuju Karang Kadang menyapu perahu di tepi Membuatnya bergoyang-goyang. 51. Oh Laut Oh laut Deburmu aku rindukan Gelombang aku nantikan Gemuruhmu aku puisikan. Oh laut Anginmu menenangkan Birumu melapangkan Pasirmu membahagiakan. Oh Laut Aku rindu kepadamu Rindu itu membawaku pada kerinduan pada Pencipta-Mu. Puisi Kampung Halamanku 52. Rumahku Di Tepi Sungai Teringat kampung halaman rumahku di tepi sungai banyak sekali pepohonan mengusik kerinduan. Sampan-sampan terapung di sungaiku jauh di kampung anak-anak pandai berdayung bermain hingga petang. Bangau-bangau terlihat terbang ke sarangnya mereka pulang di antara langit yang memerah sebab telah datang senja. Walau pergi jauh merantau kampung halaman selalu terkenang terkenang pula pada surau tempat mengaji bersama teman. 53. Permainya Kampung Halaman Gunung tinggi menjulang sawah luas terhampar suasana selalu damai ladang terlihat amat permai. di sanalah aku dilahirkan besar dalam buaian bersama ibu tercinta dihangatkan kasih ayah. biarpun jauh aku pergi kampung halaman tak terlupa rindu ini menggebu di hati kadang memberi rasa nestapa. moga kampungku selalu damai bagaikan semilir anginnya semoga kampungku selalu permai bagaikan gemericik airnya. 54. ALAM DESA Bukit di atas tanah Tertutup kabut tipis Hawa sejuk mentari cerah Padang rumput menghijau manis Gemericik air di sungai terdengar halus Halimun pagi menetes teduh Air terjun mengguruh deru Melaju membiru pantai Sejuk asin hangat pesisir Menerangi panorama desa Mewarnai guratan alam Mencipta indah alam desa 55. Pantaiku Kampung Halamanku Di kampung halamanku berjajar banyak perahu Di sanalah aku bermain bersama ombak lautan. Di kampung halamanku orang-orang jadi nelayan berangkat ke lautan tanpa takut diterjang gelombang. aku adalah anak pantai bermain di bawah matahari kulitku hitam legam menerjang ombak berderai. 56. Bunga-Bunga Mekar Di kebunku yang sederhana telah mekar sekuntum kembang dari ranting-ranting bunga datang kupu juga kumbang. indah sudah kembang berseri mekar di musim yang bersemi kucintai sepenuh hati kusiram setiap hari. Puisi tentang alam merupakan puisi yang paling banyak dibuat. Selain puisi cinta. Semoga dengan kumpulan puisi alam ini bisa memberi inspirasi kepadamu. Di bawah ini masih banyak lagi puisi lainnya. Semoga memberi manfaat untuk kamu semua. Jangan lupa untuk membaca puisi-puisi lainnya. Sekarang saatnya kamu membuat puisi sendiri. Referensi -